Latest Posts

no image
TEMPERATUR CONDUCTIVITY (KONDUKTIVITI) METER HANNA INSTRUMENTS HI 8633/8733/9033

Hanna Instruments HI 8633 menyediakan beberapa produk untuk keperluan analisis atau pengujian parameter air (water treatment), salah satunya adalah alat untuk mengukur total kelarutan zat padat dalam air atau lebih dikenal dengan TDS meter.

Hanna Instruments HI 8733 adalah alat portabel yang tahan lama, dirancang untuk digunakan pada area produksi dan pengontrolan kualitas, serta dilengkapi dengan probe konduktivitas empat cincin untuk memungkinkan empat rentang pengukuran. Pembacaan konduktivitas disesuaikan dengan Automatic Temperature Compensation (ATC), guna memastikan pengukuran yang konsisten dan akurat.

Fitur-fitur Hanna Instruments HI 8633/8733/9033 mempunyai standar pemakaian yang sederhana dan low cost (rendah biaya). Kemudahannya adalah pemakai dapat mengganti elektroda untuk memastikan bahwa pengkuran selalu siap digunakan.


Hanna Instruments HI8733 Portabel cocok untuk digunakan dalam berbagai aplikasi. Ini menawarkan empat rentang pengukuran dari 0,0 μS/cm sampai 199,9 mS/cm dengan akurasi FS ± 1%. Probe konduktivitas empat cincin HI76302W yang disertakan dengan meter memungkinkan pengukuran yang luas dengan sensor tunggal. Keempat teknologi cincin juga menghilangkan efek polarisasi yang umum dengan dua versi kutub standar. Probe ini juga dilengkapi dengan sensor suhu built-in untuk memungkinkan Kompensasi Suhu Otomatis dari 0 sampai 50°C (32 sampai 122°F) dan β yang dapat disesuaikan dari 0 sampai 2,5%/°C.
METODE ELECTRICAL CONDUCTIVITY (EC/KONDUKTIVITAS ELEKTRO) UNTUK MENENTUKAN KANDUNGAN MINERAL DENGAN MENGGUNAKAN CONDUCTIVITY/TDS METER

Berdasarkan Standar Pemerintah Amerika Serikat (FDA) dalam penentuan kadar TDS untuk air mineral adalah 250 ppm. Secara alamai yang terjadi pada proses alam tidak ada istilah air murni tanpa kandungan mineral dalam air minum tersebut, dengan kata lain adalah konsentrasi TDS-nya 0 ppm.

Pada air asli pegunungan yang sering dikatakan sebagai air yang bersih dan higienis, namun tetap saja mengandung mineral yang merupakan resapan air dari jenis tanah dan batu alam. Mineral sangat penting bagi tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya. Sebab mineral yang terkandung dalam air sangat penting bagi proses pertumbuhan dan metabolisme makhluk hidup.

Dalam mengukur kandungan mineral yang terlarut dalam air perlu dilakukan secara berkala, agar kualitas air dengan pengontrolan tersebut akan terjamin. Alat yang digunakan untuk mengukur kandungan mineral dalam air adalah TDS meter. Alat TDS meter ini umumnya portabel, mudah, dan sederhana. Total padatan terlarut (TDS) merupakan bahan-bahan terlarut dalam air yang tidak tersaring dengan kertas saring millipore dengan ukuran pori 0,45 μm. Padatan ini terdiri dari senyawa-senyawa anorganik dan organik yang terlarut dalam air, mineral, dan garam. Penyebab utama terjadinya TDS adalah bahan anorganik berupa ion-ion yang umum dijumpai. Sebagai contoh air pembuangan/limbah sering mengandung molekul sabun, deterjen dan surfaktan yang larut air, misalnya pada air buangan rumah tangga dan industri pencucian.

Prinsip kerja konduktivitas elektro adalah dua buah probe dihubungkan pada larutan yang akan diukur, kemudian dengan rangkaian pemrosesan sinyal akan mengeluarkan hasil (output) yang menunjukkan besar konduktivitas/daya hantar listrik air tersebut. Berikut ini prosedur pemakaian alat ukur TDS meter. Pengukuran TDS menggunakan metode Konduktivitas Elektro. Adapun langkah-langkah pengerjaannya, yaitu:
§  Siapkan gelas kimia 2 buah kemudian masing-masing masukkan sampel 100 mL ke dalam gelas kimia.
§  Siapkan alat Conductivity meter.
§  Aduk larutan sampel menggunakan Probe Conductivity selama 5 detik.
§  Kemudian diamkan.

§  Baca nilai yang tertera pada display Conductivity meter.
CONDUCTIVITY (KONDUKTIFITAS) METER SPESIFIK

Parameter sifat air boiler selanjutnya yang perlu dimonitor adalah konduktifitas spesifik. Konduktifitas spesifik adalah sebuah satuan yang menunjukkan kemampuan cairan untuk menghantarkan listrik. Nilai satuan ini berbanding lurus dengan jumlah ion serta padatan terlarut total (Total Dissolved Solid/TDS) di dalam suatu cairan. Konduktifitas spesifik memiliki satuan SI siemens per meter (S/m), semakin tinggi nilainya maka semakin tinggi pula kemampuan menghantarkan listrik. Air deionisasi berkualitas baik biasanya memiliki nilai konduktifitas spesifik sebesar 5,5 μS/m, air minum 5-50 mS/m, sedangkan air laut sebesar 5 S/m yang kesemuanya diukur pada kondisi temperatur standard 25oC.

Sejumlah ion terlarut di dalam air boiler juga dapat menimbulkan korosi pada boiler, korosi ini biasa disebut galvanic corrosion. Sehingga memonitor jumlah ion terlarut di dalam air boiler menjadi penting pula. Terutama bagi Anda pengguna boiler kecil yang menggunakan air tanpa pengolahan (non-demineralisasi). Resiko jumlah ion terlarut di dalam air semakin tinggi jika lokasi sumber air Anda dekat dengan laut.

Pengukuran konduktifitas spesifik secara manual cukup mudah, hanya perlu menggunakan satu alat sensor portabel yang juga banyak dijual di pasaran. Sampel air boiler yang sudah kita ambil kita dinginkan terlebih dahulu hingga mencapai temperatur kamar 25oC. Selanjutnya kita ukur specific conductivity-nya. Metode manual ini sangat cocok digunakan bagi pemilik boiler kecil yang tidak menggunakan air demineralisasi.

Lain halnya pengukuran konduktifitas spesifik pada boiler besar yang telah menggunakan air demineralisasi, pada kasus ini dibutuhkan sensor yang lebih sensitif karena mengukur nilai konduktifitas yang lebih kecil. Air demineralisasi pada boiler biasa dibatasi di angka 5,5 μS/m maksimum. Dan pada boiler berkapasitas besar, sistem monitoring konduktifitas ini sangat krusial karena tidak hanya untuk mengetahui jumlah ion terlarut di dalam air, akan tetapi juga untuk mengontrol jumlah zat padat terlarut di dalam air. Karena jika padatan terlarut terlalu tinggi dapat mengakibatkan fouling atau penyumbatan saluran pipa boiler.
HUBUNGAN SIFAT KELISTRIKAN TERHADAP CONDUCTIVITY (KONDUKTIVITAS) METER DAN RESISTIVITAS
 

Mineral karbonat yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur adalah aragonit (CaCO3), yang merupakan mineral karena pada kurun waktu tertentu dapat berubah menjadi kalsit (CaCO3). Mineral lainnya yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur atau dolomit, tetapi dalam jumlah kecil adalah Siderit (FeCO3), ankarerit (Ca2MgFe(CO3)4), dan magnesit (MgCO3).

Penggunaan batu kapur sudah beragam diantaranya untuk bahan kaptan, bahan campuran bangunan, industri karet dan ban, kertas, dan lain-lain. Batuan adalah kumpulan dari suatu material, yang merupakan bagian dari kerak bumi.

Dilihat dari sifat fisikanya, batuan sangat beragam baik warna, kekerasan, maupun mineral pembentuknya. Batuan merupakan suatu jenis mineral sehingga batuan mempunyai sifat kelistrikan. Arus listrik ini dapat berasal dari alam itu sendiri sebagai akibat terjadinya tidak keseimbangan, atau arus listrik yang sengaja diinjeksikan ke dalam bumi. Adanya sifat kelistrikan mineral penyusun batuan meliputi sifat resistivitas dan konduktivitas, menyebabkan timbulnya respon terhadap suatu masukan yang diberikan. Dengan memberikan masukan dalam bentuk energi maka mineral akan memberikan respon pada keluaran yang sesuai dengan sifat-sifat mineral tersebut, khususnya jika energi yang diberikan berupa arus listrik dan responnya berupa beda potensial listrik.


Konduktivitas dan resistivitas merupakan karakteristik yang dapat digunakan mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi. Adanya sifat kelistrikan material di bawah permukaan yang tidak sama untuk setiap lapisan penyusun bumi mengakibatkan adanya respon yang berbeda terhadap suatu masukan arus. Konduktivitas listrik batuan merupakan kuantitas fisik yang menggambarkan kemampuan bahan menghantarkan arus listrik. Konduktivitas bahan ini umumnya bergantung pada besar, struktur, fluida pengisi pori, distribusi pori, serta konduktivitas antar pori batuan, kecuali pada batuan yang bersifat konduktif seperti lempung yang dapat mengalirkan arus listrik ke segala arah dan sama besarnya.
no image

Harga pH Meter | RENTANG PENGUKURAN PARAMETER KONDUKTIVITI

Setiap pengukuran konduktivitas air dalam berbagai aplikasi mempunyai rentang pengukuran yang berbeda. Alat ukur konduktiviti meter umumnya dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasinya. Suhu dan rentang pengukuran merupakan spesifikasi mutlak. Secara teknis alat ukur penyusun komponen utamanya adalah sensor elektroda yang terdiri dari katoda dan anoda. Jenis kedua elektroda ini disimpan dalam larutan elektrolit kuat, contohnya adalah larutan asam klorida (HCl).

Nama lain dari elektroda adalah sel konduktiviti. Sel konduktiviti merupakan terdiri dari beberapa pole (kutub) dan diplatinasi tanpa ada intervensi pengukuran. Rentang pengukuran yang luas akan memberikan nilai kondutiviti dalam kondisi linear untuk mendapatkan peningkatan nilai pole yang lebih tinggi. 

Pengukutuban platinasi dapat mempengaruhi peningkatan jangka pengukuran secara linear. Nilai konduktivitas pada temperatur normal (25oC) dari berbagai jenis air akan berbeda. Dibawah ini ada beberapa parameter air dengan nilai konduktivitas yang berbeda, antara lain:
  • Pure water                   : 0.055 µS/cm
  • Deionized water          : 1 µS/cm
  • Rainwater                    : 50 µS/cm
  • Drinking water            : 500 µS/cm
  • Industrial wastewater  : 5 mS/cm
  • Seawater                     : 50 mS/cm
  • 1 mol/L NaCl              : 85 mS/cm
  • 1 mol/L HCl                : 332 mS/cm
Akurasi pengukuran konduktiviti meter dapat mengalami interferensi atau gangguan pada pengukuran. Hal tersebut menyebabkan akurasi pengukuran kurang baik. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan gangguan pengukuran konduktiviti, yaitu:
  • Polarisasi
  • Kontaminasi
  • Efek geometri
  • Terjadinya resistansi kabel
  • Adanya kapasitansi kabel
  • Perubahan frekuensi, dan
  • Kondisi temperatur yang labil


Polarisasi disebabkan oleh akumulasi sepesis ion-ion yang berada di sekitar permukaan elektroda dan reaksi kimia. Resistansi polarisasi pada permukaan elektroda ini merupakan komponen parasite terhadap resistansi larutan. Kontaminasi pengukuran juga disebabkan oleh kondisi permukaan elektroda terjadi polarisasi error yang ditandai dengan pembacaan konduktiviti lebih rendah dari biasanya. Efek tersebut dapat dicegah menggunakan dengan 4 konduktiviti sel. Faktor interferensi lainnya diakibatkan oleh gangguan teknis dan fisika pada komponen alat ukur konduktiviti meter.  
no image

Harga UV | MACAM-MACAM KONDUKTANSI ALIRAN LISTRIK

Konduktivitas adalah suatu sifat atau karakterisasi aliran listrik dari bahan batuan. Pada bagian batuan, atom-atom terikat secara ionik atau kovalen. Karena adanya ikatan ini maka batuan mempunyai sifat menghantarkan arus listrik. Aliran arus listrik di dalam batuan dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu:

Konduksi elektronik
Konduksi ini adalah tipe normal dari aliran arus listrik dalam batuan. Hal ini terjadi jika batuan tersebut mempunyai banyak elektron bebas. Akibatnya arus listrik mudah mengalir pada batuan ini. Sebagai contoh, batuan yang banyak mengandung logam. Dalam konduksi elektronik, aliran arus melalui elektron seperti dalam metal. Konduksi elektronik sangat penting karena terdapat mineral konduktif, seperti metal sulfida dan grafit dalam survey mineral.

Konduksi elektrolitik
Konduksi jenis ini banyak terjadi pada batuan yang bersifat poros dan pori-pori tersebut berisi oleh cairan-cairan elektrolitik. Dalam hal ini arus listrik mengalir akibat dibawa oleh ion-ion larutan elektrolitik. Konduksi dengan cara ini lebih lambat dari pada konduksi elektronik. Pada konduksi elektrolitik, arus mengalir melalui perpindahan ion dalam tanah.

Konduksi dielektrik
Konduksi ini terjadi jika batuan bersifat dielektrik terhadap aliran arus listrik yaitu terjadi polarisasi saat bahan dialiri arus atau batuan tersebut mempunyai elektron bebas sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Tetapi karena adanya pengaruh medan listrik dari luar maka elektron-elektron dalam batuan dipaksa berpindah dan berkumpul terpisah dari intinya sehingga terjadi polarisasi. Konduktivitas listrik batuan merupakan kuantitas fisik yang menggambarkan kemampuan bahan mengakibatkan arus listrik. Konduktivitas bahan ini umumnya bergantung pada besar, struktur, fluida pengisi pori, distribusi pori, serta konduktivitas antar pori batuan, kecuali pada batuan yang bersifat konduktif seperti lempung. Besaran yang memiliki satuan ini merupakan besaran skalar dan kebalikan dari resistivitas listrik bahan. Konduktivitas batuan bervariasi bergantung pada volume, susunan pori dan kandungan air di dalamnya serta pada isotropi batuan sendiri. Dalam hal ini, batuan isotropi adalah batuan yang dapat mengalirkan arus listrik ke segala arah dan sama besarnya.

Lima Produk Hot ~ Alat Laboratorium

Click Me!

Big Promo UV Viqua S5Q-PA ~ Setiap Hari!

Click Me!

Tiga Produk Terlaris ~ Alat Laboratorium

Click Me!

Tentang Kami


Conductivity Meter

"Laboratory Equipments and Supplies"

Conductivity Meter merupakan salah satu situs resmi perusahaan CV. Ady Water yang bergerak di bidang perdagangan alat-alat laboratorium. Kami tidak sekadar menjual barang, lebih dari itu, kami menjamin setiap produknya benar-benar memenuhi harapan dan kebutuhan para pelanggannya. Kami juga melayani konsultasi gratis seputar alat-alat laboratorium maupun Water and Gas Treatment. Lengkap dengan Teknisi berpengalaman, siap melayani jasa loading, unloading, start up, serta fully support BWRO/SWRO Projects.